it's 'liburan' time
means 'beres-beres' time
ternyata beres-beres itu makan waktu ya, cuma rapiin isi lemari saja 2 jam lebih, membereskan rak buku juga 2 jam lebih apalagi sampai merenovasi rumah ya? pasti jadi 5 bulan-nan. untunglah saya tidak ada rencana renovasi rumah, selain sugoi mendoksai bin ribet+nyusahin juga tidak ada dananya
so beres-beres nih, jadwal beres-beres pun disusun, salah satu yang harus diberesin adalah hard-disk compie nih. secara banyak film-film yang memenuhi hard-disk, mending segera ditonton dan dihapus
salah 2 nya j-dorama dibawah ini
saya punya kebiasaan menonton cepat, di fast-forward-in, tapi ternyata film dibawah ini tidak bisa di fast forward, karena ceritanya lumayan
1. Sengyou Shufu Tantei ~Watashi wa Shadow (専業主婦探偵~私はシャドウ )
tertarik dengan j-dorama ini karena ada fukada kyoko dan fujiki naohito
bercerita tentang seorang housewife (serina - fukada kyoko) yang segitu cintanya dengan suaminya hingga rela jadi bayangan suaminya (fumi-kun - fujiki naohito). tiap hari mengungkapkan cinta dan melakukan semua hal demi suaminya
suaminya malah bete digituin, terus suatu hari serina kumpul ama temennya makoto dan makan bareng temen-temen makoto, dan salah satu temen makoto itu tertarik dengan serina walaupun yang diomongin serina melulu fumi-kun. ternyata serina itu sedang diikuti detektif swasta (jinnai - kiritani kenta) dan jinnai pun memotret serina yang lagi bareng teman makoto
serina ketakutan dan maksa jinnai untuk memberikan photo itu ke dia, karena jinnai tidak mau memberikan photo kecuali serina membayar 300.000 yen, maka serina jadi freelance detective di kantor jinnai
ceritanya lucu, banyak yang tidak masuk akal, tapi ya namanya juga sinetron, jangan terlalu dipikirkan kelogisan ceritanya
pesan moralnya lumayan buat ibu-ibu rumah tangga, perkembangan serina yang menjadi dewasa dari housewife yang naive menjadi wanita kuat, yang justru pada akhir cerita, si suami fumi-kun ditolong oleh serina
photo punya dramawiki
2. Marks no Yama (マークスの山 )
cerita detektif juga, tapi kali ini serius bukan komedi, ceritanya bagus dan penuh dengan intrik politik serta nepotisme dikalangan pejabat
yang sangat menarik bagi saya adalah diangkat tentang betapa kuatnya persatuan alumni suatu universitas ternama (tentunya di film ini universitas itu fiktif) tapi setiap saya mendengar karakter film mengatakan gyosei university yang saya dengar adalah t***o university, karena profile university pas banget, penuh orang pintar dan sangat diminati oleh semua orang. kalau di indonesia mungkin seperti institute tempat bung karno sekolah dulu kali ya?
cerita dimulai dengan ditemukan-nya kerangka seorang pendaki gunung di kitadake dan pembunuhan berantai di tokyo, korban pembunuhan adalah elite dibidang masing-masing dan semuanya alumni gyosei university
detektif yang bertugas kesulitan menyelidiki kasus ini karena terbentur banyak sekali batasan dari atasannya, mengingat petinggi polisi banyak yang lulusan gyosei university
cerita marks no yama ini lumayan bagus, walaupun dari awal penonton sudah tahu siapa pembunuhnya dan mengapa tapi tetap saja kita menunggu kelanjutan ceritanya, bagaimana satu-persatu misteri akan terungkap
soundtrack cerita bagus dan pass dengan gelap cerita juga bagaimana cerita ini membuat saya jadi penasaran dan pengen mendaki gunung kitadake, padahal saya orang yang anti kegiatan melelahkan seperti mendaki gunung
para aktor bermain bagus dan natural, seolah-olah itu memang karakter mereka
photo diambil dari asian media wiki
persamaan dua cerita diatas:
1. cerita detektif, satu komedi, yang lainnya serius
2. tokoh utama malah tidak menarik, saya jadi males banget melihat fujiki naohito di j-dorama ini
3. tokoh antagonist kedua j-dorama ini sama yaitu Fumiyo Kohinata, capek deh, ni orang banyak banget film and dorama-nya, padahal aktingnya sih biasa aja, bukan versatile actor, sama seperti fujiki naohito, yang semua filmnya teteppp gitu aja aktingnya, berakting menjadi fujiki naohito yang berusaha terlihat cerdas dan cool... tapi ya rezeki kali ye? and satu lagi fujiki-san, please don't speak english...
means 'beres-beres' time
ternyata beres-beres itu makan waktu ya, cuma rapiin isi lemari saja 2 jam lebih, membereskan rak buku juga 2 jam lebih apalagi sampai merenovasi rumah ya? pasti jadi 5 bulan-nan. untunglah saya tidak ada rencana renovasi rumah, selain sugoi mendoksai bin ribet+nyusahin juga tidak ada dananya
so beres-beres nih, jadwal beres-beres pun disusun, salah satu yang harus diberesin adalah hard-disk compie nih. secara banyak film-film yang memenuhi hard-disk, mending segera ditonton dan dihapus
salah 2 nya j-dorama dibawah ini
saya punya kebiasaan menonton cepat, di fast-forward-in, tapi ternyata film dibawah ini tidak bisa di fast forward, karena ceritanya lumayan
1. Sengyou Shufu Tantei ~Watashi wa Shadow (専業主婦探偵~私はシャドウ )
tertarik dengan j-dorama ini karena ada fukada kyoko dan fujiki naohito
bercerita tentang seorang housewife (serina - fukada kyoko) yang segitu cintanya dengan suaminya hingga rela jadi bayangan suaminya (fumi-kun - fujiki naohito). tiap hari mengungkapkan cinta dan melakukan semua hal demi suaminya
suaminya malah bete digituin, terus suatu hari serina kumpul ama temennya makoto dan makan bareng temen-temen makoto, dan salah satu temen makoto itu tertarik dengan serina walaupun yang diomongin serina melulu fumi-kun. ternyata serina itu sedang diikuti detektif swasta (jinnai - kiritani kenta) dan jinnai pun memotret serina yang lagi bareng teman makoto
serina ketakutan dan maksa jinnai untuk memberikan photo itu ke dia, karena jinnai tidak mau memberikan photo kecuali serina membayar 300.000 yen, maka serina jadi freelance detective di kantor jinnai
ceritanya lucu, banyak yang tidak masuk akal, tapi ya namanya juga sinetron, jangan terlalu dipikirkan kelogisan ceritanya
pesan moralnya lumayan buat ibu-ibu rumah tangga, perkembangan serina yang menjadi dewasa dari housewife yang naive menjadi wanita kuat, yang justru pada akhir cerita, si suami fumi-kun ditolong oleh serina
photo punya dramawiki2. Marks no Yama (マークスの山 )
cerita detektif juga, tapi kali ini serius bukan komedi, ceritanya bagus dan penuh dengan intrik politik serta nepotisme dikalangan pejabat
yang sangat menarik bagi saya adalah diangkat tentang betapa kuatnya persatuan alumni suatu universitas ternama (tentunya di film ini universitas itu fiktif) tapi setiap saya mendengar karakter film mengatakan gyosei university yang saya dengar adalah t***o university, karena profile university pas banget, penuh orang pintar dan sangat diminati oleh semua orang. kalau di indonesia mungkin seperti institute tempat bung karno sekolah dulu kali ya?
cerita dimulai dengan ditemukan-nya kerangka seorang pendaki gunung di kitadake dan pembunuhan berantai di tokyo, korban pembunuhan adalah elite dibidang masing-masing dan semuanya alumni gyosei university
detektif yang bertugas kesulitan menyelidiki kasus ini karena terbentur banyak sekali batasan dari atasannya, mengingat petinggi polisi banyak yang lulusan gyosei university
cerita marks no yama ini lumayan bagus, walaupun dari awal penonton sudah tahu siapa pembunuhnya dan mengapa tapi tetap saja kita menunggu kelanjutan ceritanya, bagaimana satu-persatu misteri akan terungkap
soundtrack cerita bagus dan pass dengan gelap cerita juga bagaimana cerita ini membuat saya jadi penasaran dan pengen mendaki gunung kitadake, padahal saya orang yang anti kegiatan melelahkan seperti mendaki gunung
para aktor bermain bagus dan natural, seolah-olah itu memang karakter mereka
photo diambil dari asian media wikipersamaan dua cerita diatas:
1. cerita detektif, satu komedi, yang lainnya serius
2. tokoh utama malah tidak menarik, saya jadi males banget melihat fujiki naohito di j-dorama ini
3. tokoh antagonist kedua j-dorama ini sama yaitu Fumiyo Kohinata, capek deh, ni orang banyak banget film and dorama-nya, padahal aktingnya sih biasa aja, bukan versatile actor, sama seperti fujiki naohito, yang semua filmnya teteppp gitu aja aktingnya, berakting menjadi fujiki naohito yang berusaha terlihat cerdas dan cool... tapi ya rezeki kali ye? and satu lagi fujiki-san, please don't speak english...

0 comments:
Post a Comment